LHOKSEUMAWE – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan pendampingan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi nelayan di kawasan pesisir Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali nelayan dengan pemahaman tentang risiko kerja di laut beserta cara mencegahnya.
Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Tim dipimpin oleh Ir. M. Fauzan, S.T., M.T. selaku ketua. Ia didampingi Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom. dan Rizal, S.Si., M.I.T. sebagai anggota. Dua dosen lain yang turut terlibat ialah T. Mudi Hafli, S.T., M.T. bersama David Sarana, S.T., M.T. Tim juga diperkuat oleh Zarif Athaya Andarfi dan Nova Liza. Kegiatan diikuti oleh para nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut di pesisir Blang Pulo.
Nelayan termasuk kelompok pekerja yang menghadapi risiko tinggi. Cuaca di laut dapat berubah dalam waktu singkat. Gelombang besar kerap datang tanpa tanda yang mudah dikenali. Kondisi perahu yang kurang terawat juga berpotensi memicu kecelakaan. Penggunaan alat tangkap tanpa prosedur yang aman dapat menyebabkan cedera saat bekerja.
Menurut Fauzan, aspek keselamatan sering kali belum menjadi perhatian utama dalam aktivitas melaut sehari-hari. Banyak nelayan masih mengandalkan pengalaman dan kebiasaan turun-temurun tanpa persiapan keselamatan yang memadai.
“Nelayan sudah sangat memahami laut. Namun pengalaman saja tidak cukup. Keselamatan perlu dipersiapkan sejak di darat, mulai dari memeriksa perahu hingga memastikan alat keselamatan tersedia sebelum berangkat,” ujar Fauzan di sela kegiatan.
Dalam sesi pendampingan, tim PkM berdialog langsung dengan para nelayan. Materi pertama membahas persiapan sebelum melaut. Nelayan diajak memeriksa kondisi lambung perahu dan mesin secara rutin. Tim juga menekankan pentingnya membawa pelampung atau jaket keselamatan untuk setiap awak.
Materi berikutnya berkaitan dengan pemantauan cuaca. Nelayan diimbau memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan kondisi perairan sebelum memutuskan berangkat. Tim turut membahas pentingnya menjaga komunikasi dengan keluarga atau sesama nelayan selama berada di laut. Langkah ini dinilai dapat mempercepat bantuan apabila terjadi keadaan darurat.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Sejumlah nelayan menyampaikan pengalaman menghadapi cuaca buruk di tengah laut. Ada pula yang menceritakan kendala dalam memperoleh perlengkapan keselamatan. Masukan tersebut dicatat tim sebagai gambaran tantangan keselamatan kerja yang dihadapi nelayan di lapangan.
Fauzan menegaskan bahwa penerapan K3 tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan. Kedisiplinan dan kesadaran setiap nelayan dalam mengenali potensi bahaya justru menjadi kunci utama.
“Alat keselamatan tidak akan berguna jika hanya disimpan di perahu tanpa dipakai. Yang ingin kami bangun adalah kebiasaan. Kami berharap nelayan menjadikan keselamatan sebagai prioritas setiap kali melaut agar bisa pulang dengan selamat kepada keluarga,” tuturnya.
Kegiatan ini juga menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, dosen Teknik Sipil Unimal berupaya menghadirkan pengetahuan yang aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat pesisir. Pendampingan sekaligus membuka ruang komunikasi antara akademisi dan nelayan dalam membahas persoalan keselamatan kerja.
Tim PkM berharap pendampingan ini dapat mendorong nelayan Gampong Blang Pulo menerapkan prinsip K3 secara konsisten dalam aktivitas melaut. Kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat pesisir diharapkan terus berlanjut untuk mendukung kegiatan nelayan yang lebih aman dan produktif. [MAR]